1.Untuk pertama kali dalam 19 tahun, Persib tampil
menjadi juara. Pada 1995, Persib mengalahkan Petrokimia Putera (kini
Persegres Gresik United) dengan skor 1-0 lewat gol Sutiono Lamso.
2. Persib juara melalui adu penalti dengan skor 5-3
setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal. Sejak kompetisi Liga
Indonesia dan Galatama dilebur menjadi satu 20 tahun lalu, drama adu
penalti belum pernah terjadi untuk menentukan gelar juara.
Sejauh ini, hanya ada 4 tim yang harus melewati babak perpanjangan
waktu untuk merebut gelar juara. Empat tim tersebut adalah, Petrokimia
Putra (2002-03), Persipura Jayapura (2005), Persik Kediri (2006), dan
Sriwijaya FC (2007).
3. Gelandang Persib Bandung, Firman Utina kini
menjadi pemain yang paling sering tampil di final kompetisi domestik.
Firman turun di final Divisi Utama musim 2002 bersama Persita Tangerang,
tampil di dua final Liga Indonesia (Copa Dji Sam Soe) bersama Arema,
Divisi Utama musim 2002 bersama Persita Tangerang, dan kini final ISL
dengan bendera Persib.
Firman juga merebut gelar juara liga denga dua tim berbeda bersama Sriwijaya FC dan sekarang Persib Banung.
4. Persib memperbaiki rekor pertemuan atas Persipura
Jayapura di kancah domestik. Persib kini mengantongi 2 kemenangan dari
13 pertandingan sejak 2004 lalu. Persib mampu menang atas Persipura 10
tahun lalu ketika format kasta kompetisi tertinggi di Indonesia bernama
Divisi Utama.
5. 15 menit terakhir menjadi momen kebangkitan
Persib. 41 persen gol Persib dicetak di akhir pertandingan, termasuk di
semifinal melawan Arema Cronus.
6. Hujan kartu tercipta di Pertandingan final ini.
Kedua kubu sama-sama mendapatkan lima kartu kuning. Kartu merah untuk
Pierre Biopauline dan Vladimir Vujovic diberikan wasit setelah kedua
pemain itu sama-sama mendapatkan kartu kuning